Sejarah STAIN Al-Fatah Jayapura

SEJARAH SINGKAT

   Pada tanggal 18 Januari tahun 1985, beberapa orang pengusaha mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Pendidikan Wiraswasta Irian Jaya (YAPSI). Alasan pendirian yayasan ini didasarkan atas suatu kenyataan bahwa masyarakat Papua masih tertinggal dibanding dengan beberapa daerah lain di Indonesia, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi. Yayasan  yang berkedudukan di Kota Jayapura ini kemudian mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu-Ilmu Sosial (STIS) dengan Program Studi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada tahun 1986. Namun program ini hanya berlangsung selama lima tahun, karena pada tahun 1991 Sekolah Tinggi Ilmu-Ilmu Sosial (STIT) berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Nama STIT juga tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1994 nama perguruan tinggi ini berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Al-Fatah Jayapura.

   Dinamika akademik baik secara organisatoris maupun pelaksanaan program kerja di bidang tri dharma perguruan tinggi, tentu tidak terlepas dari berbagai persoalan, salah satunya adalah menyangkut pembiayaan program perguruan tinggi yang sangat minim. Untuk mempertahankan keberlanjutan STAIS Al-Fatah, melalui persetujuan Pengurus YAPSI, perguruan tinggi ini diusulkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia untuk ‘dinegerikan’.

   Melalui upaya Tim Lepas yang dikoordinir oleh Habib Idrus Alhamid serta didukung oleh mahasiswa dan alumni, tokoh masyarakat, kalangan intelektual, Pemerintahan Daerah, tokoh agama, Kementerian Agama Provinsi Papua, dan terutama upaya yang dilakukan oleh Habib Taha Muhammad Alhamid, akhirnya STAIS Al-Fatah berubah status menjadi sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92 Tanggal 18 Oktober 2004. Mulai saat itu, nama Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Al-Fatah berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura.