Monthly Archives: April 2018

Menag Lantik Idrus Alhamid sebagai Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua

(Jayapura, 20 April 2018) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si sebagai Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta. 20 April 2018.

Dalam amanatnya, Menag mengharapkan agar Rektor berperan mengimplementasikan visi dan misi Kementerian Agama di lingkungan institusi pendidikan tinggi masing-masing.

“Perguruan tinggi keagamaan negeri harus memiliki standar pengelolaan yang terbaik serta terus mengembangkan kerjasama strategis dalam dan luar negeri yang sejalan dengan tujuan peningkatan kualitas PTKN di berbagai bidang,” ujar Menteri.

Selain itu, Menag meminta agar kampus juga berperan sebagai pemandu kehidupan sosial di masyarakat.

“PTKN harus mengembangkan kerjasama strategis dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Usai pelantikan, Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan amanat yang telah disampaikan Menteri Agama.

“Kami berupaya terus untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi di masyarakat,” ujarnya.

Menteri Agama melantik sembilan Rektor pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di seluruh Indonesia. Pelantikan ini mengiringi perubahan alih status kampus dari sekolah tinggi menjadi Institut. Selain Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Menag juga melantik Rektor IAIN Bone, IAIN Curup, IAIN Kediri, IAIN Kudus, IAIN Madura, IAIN Pare-Pare, IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, dan Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.

Acara pelantikan dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, sejumlah pejabat eselon I dan II, para Ketua Dharma Wanita, serta sejumlah undangan lain. (Her)

Menko Polhukam Resmikan Gedung Kuliah Terpadu IAIN Fattahul Muluk Papua

(Jayapura,  16 April 2018) – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto meresmikan Gedung Kuliah Terpadu IAIN Fattahul Muluk Papua, 16 April 2018. Penandatanganan prasasti peresmian gedung ini dilaksanakan di area Kantor Bupati Merauke, yang tergabung dalam pencanangan Program Gerbangdutas (Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan) dari pemerintah.

Dalam sambutannya, Wiranto menegaskan bahwa tujuan pembangunan kawasan perbatasan adalah untuk menjalin sinergi antar berbagai lembaga dan kementerian pemerintah.

MenkoPolhukam Wiranto menandatangani prasasti

MenkoPolhukam Wiranto menandatangani prasasti

“Lembaga dan kementerian jangan hanya membangun infrastruktur sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Yang lebih penting lagi, menurutnya, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur dan pos-pos di perbatasan, tetapi juga harus membangun sumber daya manusianya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Nasional Pembangunan Perbatasan Sigit Widodo dalam laporannya menerangkan bahwa kehadiran para pejabat dari pusat dan daerah telah mempertegas wujud keseriusan pemerintah kepada wilayah perbatasan di Papua, seperti Merauke dan Jayapura.

“Kami juga ingin menyerap aspirasi dari daerah serta mencari solusinya atas berbagai persoalan infrastruktur negara,” terangnya.

Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si yang mendampingi Wiranto dalam penandatanganan prasasti mengatakan bahwa, gedung dan berbagai prasarana di kampus diharapkan dapat memperlancar proses aktifitas akademik.

“Seluruh civitas di kampus berterimakasih atas komitmen pemerintah dan segenap lintas kementerian atas kepedulian kepada pembangunan infrastruktur di wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga ini,” ucapnya.

Selain menandatangani prasasti peresmian Gedung Kuliah Terpadu IAIN Fattahul Muluk Papua, Menko Polhukam juga meresmikan berbagai pembangunan lain di wilayah Papua yang didanai oleh SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) 2017.

Dalam peresmian tersebut, Wiranto didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Penjabat Gubernur Papua Soedarmo, Kapolda, Pangdam, Bupati Merauke, Walikota Jayapura, dan berbagai unsur Muspida lain yang terkait dengan pengelolaan perbatasan. (Her)

STAIN Al-Fatah Telah Beralih Status Menjadi IAIN Fattahul Muluk Papua

(Jayapura, 9 April 2018) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura secara resmi telah berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua.

“Jadi perubahan atau alih status ini telah resmi, sebagaimana Bapak Presiden yang sudah menandatangani Perpres Nomor 25 Tahun 2018,” ujarnya di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, 7 April 2018.

Ketua STAIN Al-Fatah Dr. H . Idrus Al-Hamid menjabat tangan Presiden Jokowi dalam sebuah kegiatan di Istana Negara

Ketua STAIN Al-Fatah Dr. H . Idrus Al-Hamid menjabat tangan Presiden Jokowi dalam sebuah kegiatan di Istana Negara

Idrus mengatakan, alih status ini sebagai perwujudan harapan masyarakat di penghujung timur nusantara.

“Perubahan status ini kami harapkan akan berkontribusi terhadap nilai Islam Rahmatan Lil Alamin,” tegasnya.

Di sisi lain, perubahan status menjadi IAIN ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran civitas akademik kampus dalam mengusung Program Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis kearifan local di Papua.

“Di Papua ini masyarakatnya terkenal sangat toleran terhadap tumbuhnya nilai akulturasi budaya dan agama,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, IAIN Fattahul Muluk dan stakeholder lain akan bersama-sama untuk selalu menciptakan suasana yang sejuk dan penuh damai di Tanah Papua.

Lulusan S3 CRCS UGM ini menjelaskan, lahirnya IAIN Fattahul Muluk Papua akan bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan program-program Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Program-program ini akan terintegrasi antara nilai agama dan budaya secara universal,” tambahnya.

Dengan perubahan status ini, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung keberadaan STAIN Al-Fatah Jayapura.

“Majelis Wali Amanah, seluruh Civitas akademik, dan alumni, menghaturkan terimakasih kepada Bapak Presiden R.I. Joko Widodo yang memperhatikan lahirnya IAIN Fattahul Muluk Papua di tanah Papua,” ucapnya.

Secara khusus, ia juga menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada Menteri Agama R.I. Bapak Lukman Hakim Saifuddin dan jajaran Kementerian Agama yang mendorong lahirnya IAIN Fattahul Muluk Papua.

“Semoga dengan ini, kami dapat memperluas akses pendidikan di wilayah timur nusantara, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di daerah 3T,” pungkasnya.

(Her)