Monthly Archives: January 2018

Peraturan Keimigrasian Perlu Sosialisasi yang Terus Menerus

(Jayapura, 25 Januari 2018) – Hal-hal yang menyangkut keimigrasian perlu disosialisaikan kepada publik secara terus menerus. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menyampaikan hal ini dalam sambutan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian di kampus, 25 Januari 2018.

Ketua STAIN Al-Fatah bersama Tim dari Divisi Keimigrasian

Ketua STAIN Al-Fatah bersama Tim dari Divisi Keimigrasian

“Seperti kita tahu, berbagai peraturan di pemerintahan itu sangat dinamis dan selalu harus diupdate perkembangannya. Kalau dulu aparatur negara melayani warga secara manual, bisa jadi sekarang secara aplikasi elektronik, nah, hal-hal seperti selalu butuh sosialisasi yang kontinyu kepada masyarakat,” ucap Ketua.

Bagi mahasiswa, lanjutnya, penjelasan tentang aturan keimigrasian sangat penting untuk ditindaklanjuti.

“Ada banyak program pertukaran mahasiswa, ada juga kegiatan penelitian dan diskusi skala internasional dari dosen yang tentu akan melibatkan hubungan bilateral dengan negara lain, maka, para civitas akademik juga harus paham masalah keimigrasian,” terangnya.

Narasumber dari Divisi Keimigrasian Kanwil KemenkumHAM Papua, Mas Agus Santosa, S.Sos, MM, menjelaskan, bahwa keinigrasian tidak hanya membahas masalah pembuatan paspor saja.

“Dalam imigrasi diatur juga tentang pelayanan ijin visa, pengawasan dan intelejen keimigrasian, penindakan, penyidikan, dan beberapa hal lain,” ujarnya.

Tanya jawab dengan peserta sosialisasi

Tanya jawab dengan peserta sosialisasi

Menurutnya, memang selama ini yang akrab di masyarakat adalah soal pembuatan paspor. Namun sebenarnya, cakupan keimigrasian tidak sebatas mengeluarkan paspor.

“Kami selalu bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat,” jelasnya.

Mas Agus menambahkan, alur perpindahan orang atau warga dari dan ke negara lain perlu mendapatkan perhatian yang serius.

“Misalnya, orang bisa masuk melalui jalan darat di perbatasan, melalui laut, dan melalui udara, maka hal seperti ini harus diatur dan perlu kerjasama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Hal lain terkait izin tinggal, lanjutnya, juga terdiri dari beberapa jenis.

“Ada ijin tinggal kunjungan, ijin tinggal terbatas, dan ijin tinggal tetap, semuanya memerlukan clearing dalam proses wawancaranya nanti,” terang dia.

Untuk itulah, sambungnya, pihak Imigrasi merasa perlu memberikan sosialisasi ke berbagai pihak tentang aturan dan proses keimigrasian yang terbaru secara berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi untuk menyambut Hari Bhakti Imigrasi ini diikuti para pejabat, dosen, staf, dan mahasiswa Pascasarjana STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

Pascasarjana STAIN Al-Fatah Berupaya Galakkan Seminar Internasional

(Jayapura, 11 Januari 2018) – Program Pascasarjana STAIN Al-Fatah berupaya lebih sering menyelenggarakan seminar berskala internasional di tahun 2018. Direktur Pascasarjana STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Husnul Yaqin, MH, menyampaikan hal ini saat diwawancara di sela ujian Tesis mahasiswa S2, 11 Januari 2018.

“Seperti tahun lalu, kami juga berencana mengadakan seminar akademis berskala internasional di tahun 2018 dengan menghadirkan pembicara-pembicara dari berbagai negara seperti Sudan, India, maupun dari Negara Asia yang lain,” ujarnya.

Direktur Pascasarjana STAIN Al-Fatah, Dr H Husnul Yaqin, MH

Direktur Pascasarjana STAIN Al-Fatah, Dr H Husnul Yaqin, MH

Seminar seperti ini, lanjutnya, secara internal akan memberikan nilai tambah bagi kualitas pendidikan mahasiswa di kampus.

“Sedangkan untuk public umum, seminar seperti ini akan semakin meneguhkan keberadaan Pascasarjana STAIN Al-Fatah Jayapura di tengah masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura sangat mendukung berbagai program yang digagas Pascasarjana dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswanya.

Husnul menambahkan, saat ini pihaknya menerima banyak permintaan dan pertanyaan dari masyarakat luas terkait peningkatan kualitas pendidikan mahasiswa program Magister.

“Jadi yang saya maksud di sini, selain program Pendidikan Agama Islam Multikultur yang sekarang sudah berjalan, masyarakat meminta agar STAIN Al-Fatah Jayapura juga membuka program S2 untuk jurusan atau program studi Syariah,” jelasnya.

Menurut dia, cukup banyak pegawai dari berbagai kantor di Papua yang saat ini dituntut memiliki gelar Magister untuk menunjang tugas dan tanggungjawab di lingkungan kerjanya. Karena itu, mereka berharap agar STAIN Al-Fatah Jayapura segera membuka program Magister S2 untuk jurusan lain.

“Apalagi saat ini ada sekitar 20 dosen kita yang sedang menyelesaikan studi S3, nah pada saatnya nanti tentu kami berupaya membuka jurusan lain di Pascasarjana seperti program studi ekonomi,” terangnya.

Namun demikian, lanjutnya, segala upaya tersebut tidak dapat terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak.

“Dalam hal ini, kami mendambakan dukungan nyata dari Pemerintah Daerah, baik dari kota, kabupaten, maupun provinsi,” terangnya.

Ia mencontohkan, beberapa kantor yang ada di wilayah Papua mengirimkan pegawainya untuk kuliah program S2 dengan bantuan beasiswa ke beberapa universitas lain.

“Nah, untuk kantor yang di bawah Kementerian Agama dan program studinya sesuai dengan yang tersedia di sini, maka kami harapkan ada beasiswa dari Pemda untuk para pegawai tersebut agar dapat kuliah di Pascasarjana STAIN Al-Fatah Jayapura,” katanya.

Pada bagian akhir wawancara, ia yakin, support beasiswa dari Pemda kepada pegawainya akan memberi timbal balik positif bagi organisasi di mana pegawai tersebut berkarya. (Her)