Monthly Archives: December 2017

Perempuan Berperan Penting Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

(Jayapura, 11 Desember 2017) Perempuan memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Wakil Ketua II STAIN Al-Fatah Jayapura H. Musa Rumbaru, SH, MH, menyampaikan hal ini dalam pembukaan kegiatan Silaturahim dan Focus Group Discussion Peran Organisasi Wanita dalm Penguatan Pembangunan di Aula kampus, 9 Desember 2017.

H. Musa Rumbaru, SH, MH

H. Musa Rumbaru, SH, MH

“Maka dari itu, peningkatan kualitas SDM tidak hanya untuk kaum laki-laki tetapi juga kaum perempuan, karena dalam berbagai bidang, terbukti perempuan yang sanggup menorehkan nama besar dalam pencapaian sebuah prestasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan dalam bidang olahraga, Papua pernah memiliki atlet angkat besi tangguh bernama Lisa Rumbewas yang sanggup membawa nama harum Indonesia di kancah kompetisi internasional.

“Ini salah satu bukti nyata, bagaimana perempuan punya peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.

Menurut Musa, peran penting perempuan juga harus nampak dalam bidang pendidikan maupun bidang-bidang lain.

Pada bagian yang sama, Ketua Panitia FGD sekaligus Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) STAIN Al-Fatah Jayapura Siti Rokhmah, M.Pd, menjelaskan, acara ini bertujuan mensosialisasikan program tentang PSW STAIN Al-Fatah Jayapura kepada para peserta.

“Selain itu juga untuk menyamakan presepsi dalam merespon berbagai persoalan gender dan mendorong sumber daya intelektual dari berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan solusi persoalan gender,” sambungnya.IMG_6290

Kaum perempuan, kata dia, tergolong pada kelompok yang sering berada pada posisi belakang dalam proses peningkatan kualitas SDM. Dalam bidang pendidikan, ditandai dengan masih tingginya angka buta huruf dan sedikitnya jumlah lulusan SMA maupun perguruan tinggi.

“Belum lagi bicara sektor ketenagakerjaan dan lain-lain, nah maka dari itu, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk menambah kepedulian kita dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemateri kegiatan ini datang dari pimpinan berbagai unsur organisasi perempuan di Kota Jayapura.

“Ada Muslimat NU, Alisha Khadijah, Peradi, Aisyah, Wanita Islam, BKMT, dan beberapa organisasi lain,” jelasnya.

Kegiatan yang digelar selama satu hari ini diikuti kalangan organisasi wanita dan civitas akademik STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

Dosen Diharapkan Tingkatkan Kualitas Penelitian

(Jayapura, 7 Desember 2017) Dosen diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian ilmiah secara terus menerus. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menyampaikan hal ini saat membuka kegiatan Diskusi dan Orientasi Program Penelitian Tahun 2018, di Ruang Pertemuan kampus, 7 Desember 2017.

“Ada penelitian yang meningkat secara kuantitas, tapi secara kualitas menurun atau stagnan saja, begitu juga sebaliknya, maka ke depan ini harus diantisipasi oleh P3M,” kata dia.

Sudarmaji, S.Sos, dan Tim P3M Umar Warfete, MA

Sudarmaji, S.Sos, dan Tim P3M Umar Warfete, MA

Ketua menyampaikan, Kementerian Agama sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan pihak kampus untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam melakukan penelitian ilmiah.

“Tetapi yang patut diingat, hasil penelitian tersebut harus mampu memberi data yang akurat yang bisa dibuat referensi untuk perbaikan dunia akademik maupun masyarakat luas pada umumnya,” pintanya.

Pada bagian yang sama, Ketua Panitia Diskusi, Suparto Iribaram, MA, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan riset atau penelitian untuk tahun 2018 agar memiliki hasil yang lebih baik.

“Diharapkan hasil riset itu nantinya bisa menembus jurnal-jurnal yang bereputasi secara internasional, sekaligus dapat mengangkat akreditasi lembaga,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) STAIN Al-Fatah Jayapura, pihaknya merancang agar riset tahun 2018 merujuk pada ketentuan secara nasional.

“Karena dari target yang diinginkan Diktis kemenag, setiap hasil riset harus mampu menembus kancah internasional, yang mana penelitinya diwakili oleh dosen-dosen dari Kemeterian Agama,” ujarnya.

Menurut Suparto, hasil riset dosen tahun 2017 masih banyak yang belum memenuhi harapan.

“Yang harus dirubah adalah mindset teman-teman dosen yang selalu merasa bahwa riset Kemenag di STAIN Al-Fatah Jayapura itu pasti didapat, nah ini adalah kelemahan kita, sehingga harus ada regulasi yang mensyaratkan adanya kompetisi,” ucapnya.

Provinsi Papua, sambungnya, selalu dianggap sebagai daerah yang mampu memberi kontribusi riset secara nasional yang lebih banyak.

“Harusnya, kita dapat mengambil itu sebagai sebuah peluang untuk lebih menunjukkan kepada kalangan internasional,” harapnya.

Sementara itu, Pemateri lain pada kegiatan ini, Sudarmaji, S.Sos, menyampaikan bahwa peneliti perlu memperhatikan pengelolaan keuangan dalam melaksanakan kegiatan riset.

“Jangan terkesan bahwa penelitian hanya untuk menghabiskan anggaran saja,” ujar dia.

Ia menyebutkan, seorang peneliti harus membuat dua laporan pertanggungjawaban dalam kegiatan riset.

“Yang pertama laporan penelitian itu sendiri, dan yang kedua adalah laporan pertanggungjawaban dana penelitian.

Kegiatan Diskusi dan Orientasi Program Penelitian Tahun 2018 yang berlangsung sehari ini, diikuti empatpuluh dosen di lingkungan STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)