Monthly Archives: October 2016

LKBHI STAIN Al-Fatah Gelar Praktek Peradilan di PA Jayapura

(Jayapura, 17 Oktober 2016) – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) STAIN Al-Fatah Jayapura menggelar Praktek Peradilan Bagi Mahasiswa Syariah Tahun 2016 di Ruang Sidang Kantor Pengadilan Agama Jayapura di Kotaraja, 15 Oktober 2016.

Kepala LKBHI Dr. Eko Siswanto, MH, mengatakan, Praktek Peradilan ini diikuti oleh 38 mahasiswa dari Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhsiyah.

Kepala LKBHI, Ketua STAIN Al-Fatah, dan Kepala Pengadilan Agama

Kepala LKBHI, Ketua STAIN Al-Fatah, dan Kepala Pengadilan Agama

Menurutnya, tujuan inti dari kegiatan ini adalah untuk memberi penguatan bagi mahasiswa Jurusan Syariah agar mengenal praktek persidangan di Pengadilan Agama.

“Beberapa hal utama yang dibahas diantaranya tentang permasalahan sengketa harta gono-gini dan waris,” tambahnya. Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan bahwa praktek persidangan semacam ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mendapat gambaran secara nyata apa yang akan dihadapi dalam dunia kerja kelak.

“Kalau kita hanya mendapat teori di kelas, maka yang terjadi biasanya mahasiswa akan kaget saat mengikuti jalannya persidangan yang sesungguhnya,” ujar Ketua.

Dengan praktek langsung di ruang sidang Kantor Pengadilan Agama, lanjutnya, diharapkan mahasiswa akan siap terjun di lapangan saat selesai menempuh pendidikan nantinya.

Ketua menambahkan, saat ini paradigma pendidikan di perguruan tinggi Islam sudah berubah.

“Kalau dulu, mainstreamnya adalah eksklusifisme, tapi sekarang sudah tidak lagi, utamanya setelah keluarnya Undang-Undang nomor 12 dan Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 2005 tentang paradigma perguruan tinggi agama Islam negeri,” urainya.

Jadi, sambungnya, kampus harus melahirkan lulusan yang mampu berkolaborasi dengan semua lapisan masyarakat, tidak primitif, dan memiliki aspek kepekaan sosial yang tinggi. “Perguruan tinggi tidak hanya sibuk dengan permasalahan dalam lingkup kampus saja, tetapi harus mampu memberi peran positif  dalam memecahkan berbagai persoalan di masyarakat,” jelasnya. Ketua berharap, mahasiswa dapat menyimpan ilmu-ilmu penting yang didapat dari praktek peradilan dan persidangan di kantor Pengadilan Agama. Praktek peradilan dan persidangan yang berlangsung satu hari ini diisi oleh pemateri Dosen STAIN Al-Fatah Jayapura Qutsiyah, SH, MH dan H. Hamzah, SH, MH dari Kantor Pengadilan Agama. (Her)

STAIN Al-Fatah Gelar Kuliah Tamu Bersama Habib Alawi

(Jayapura, 13 Oktober 2016) – STAIN Al-Fatah Jayapura menggelar Kuliah Tamu bersama Habib Alawi Bin Abdullah Bin Husein Alaydrus dari Yaman, Rabu 12 Oktober 2016. Kuliah tamu yang diikuti ratusan mahasiswa jurusan Tarbiyah dan Syariah ini mengambil tema “Islam Rahmatan Lil Alamin di Tanah Papua”. Dalam sambutannya, Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si mengatakan, bahwa kuliah tamu untuk mahasiswa ini mengandung maksud untuk memperkokoh ukhuwah atau jalinan persaudaraan di antara sesama umat.

“Jangan sampai Papua ini dimasuki aliran-aliran yang sesat dan menyesatkan yang tidak jelas asal-usulnya, maka kita perlu sering bertemu untuk memberi pemahaman yang benar kepada setiap umat,” ujar Ketua.

Ketua STAIN (berdiri) memberi sambutan

Ketua STAIN (berdiri) memberi sambutan

Ukhuwah, lanjut Ketua, tidak hanya diucapkan tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Maka, semoga apa yang akan disampaikan Habib Alawi akan menjadi wasilah buat kita dan menambah perbendaharaan kita tentang ilmu agama,” urai Ketua.

Ke depan, Ketua berharap sekiranya ada semacam silabi atau buku-buku dari Habib Alawi di Yaman untuk didistribusikan kepada perpustakaan STAIN Al-Fatah Jayapura.

“Tapi tentu yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, karena kalau belum diterjemahkan, saya khawatir adik-adik pusing membacanya,” kelakar Ketua.

Dalam kuliahnya, Habib Alawi Bin Abdullah Bin Husein Alaydrus menegaskan bahwa banyak pihak ingin memecah belah umat Islam.

“Mereka mempelajari Islam untuk kemudian merusak persatuan umat,” katanya.

Untuk itu, ia berpesan kepada mahasiswa agar gemar membaca.

“Kuliah tidak sekedar mencari ijazah, tetapi mencari dan mengamalkan ilmu yang sudah didapat,” jelasnya.

Ia meminta, jika menemukan permasalahan seputar cara menjalankan ibadah, agar mahasiswa menanyakan kepada ahli ilmu yang baik akhlaknya dan menguasai bidang ilmunya.

“Jangan seperti sekarang, remaja sukanya bertanya sesuatu pada internet, padahal belum tentu semua yang di internet bisa dijamin kebenarannya,” terang dia.

Untuk mencegah terjadinya fitnah, ia meminta kaum muslimin bersatu dan memperkokoh ukhuwah persaudaraan, serta memperdalam mempelajari ilmu agama.

“Menguasai ilmu agama harus ditujukan untuk mencapai kedamaian dan persaudaraan kepada semua manusia,” jelasnya.

Kuliah tamu hasil kerjasama dengan Majelis Silaturarahim Hubbul Wathon Papua ini juga dihadiri segenap dosen, pegawai, dan civitas akademik STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

STAIN Al-Fatah Jayapura Gelar Wisuda Sarjana ke VIII

(Jayapura, 3 Oktober 2016) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura menggelar Wisuda Sarjana VIII dan Dies Natalies IX Tahun Akademik 2015/2016 di Aula LPTQ Kotaraja, Jayapura, Sabtu 1 Oktober 2016. Dalam sambutannya di hadapan tujuhpuluh lima wisudawan dan wisudawati, Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan bahwa sebagaimana Keputusan Menteri Agama RI, gelar sarjana untuk wsiudawan STAIN Al-Fatah Jayapura disamakan secara umum dalam bingkai pendidikan nasional.

Guru besar dan anggota senat memasuki ruang wisuda

Guru besar dan anggota senat memasuki ruang wisuda

“Jadi untuk Jurusan Syariah akan bergelar Sarjana Hukum, sedangkan Jurusan Tarbiyah bergelar Sarjana Pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, STAIN Al-Fatah Jayapura juga mendapatkan bagian dari program afirmasi 5000 doktor secara nasional.

“Sehingga insha Allah pada tahun 2020 seluruh dosen kami sudah bergelar Doktor atau Strata 3,” urainya disambut aplaus tamu undangan.

Dengan adanya berbagai sumber daya yang sudah memadai, lanjut Ketua, diharapkan ke depan perguruan tinggi keagamaan akan memberikan kontribusi nyata yang positif dalam berbagai pengabdian di masyarakat.

Dalam pembacaan penetapan SK wisuda, Ketua Jurusan Syariah Amirullah, S.Ag, M.Ag, mengatakan, Jurusan Syariah mewisuda 12 mahasiswa dari Program Studi Akhwalu Syakhsiyah dan Program Studi Muamalah. Fresti Setiawati dengan IPK 3,71 tercatat sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi dari Jurusan Syariah. Sementara itu, Ketua Jurusan Tarbiyah H. Marwan Sileuw, S.Ag, M.Pd, menjelaskan bahwa Jurusan Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam mewisuda 63 mahasiswa. Mahasiswa atas nama Enuh dan Yufita mendapatkan IPK terbaik dengan nilai 3,62.

Rosina Upessy

Rosina Upessy

Pada bagian yang sama, Staf Ahli Gubernur Papua Rosina Upessy yang mewakili Gubernur, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi berharap para lulusan STAIN Al-Fatah Jayapura dapat mengembangkan sisi kreatifitas dari disiplin ilmunya, agar bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan negara, khususnya dapat mensukseskan program pemerintah di Tanah Papua.

“Kami mengucapkan selamat kepada para wisudawan, semoga hari ini menjadi hari yang bersejarah bagi kehidupan adik-adik semua,” katanya.

Kegiatan wisuda sarjana ini dihadiri ratusan undangan orang tua wisudawan, para pejabat Forkompimda, dan civitas akademik STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)