Monthly Archives: August 2016

Mahasiswa Baru Diharapkan Segera Mengurus KRS

(Jayapura, 29 Agustus 2016) Para mahasiswa baru diminta segera menyelesaikan urusan administrasi dan mengurus Kartu Rencana Studi (KRS). Wakil Ketua I STAIN Al-Fatah Jayapura M. Dahlan Sain, S.Ag, MM, menyampaikan hal ini dalam pengarahan kepada mahasiswa baru di Aula Kampus, Senin 29 Agustus 2016.

“Sebelum masuk ke dalam sistem perkuliahan, tentunya adik-adik harus segera menyusun KRS di bagian akademik, agar selanjutnya bisa memulai kegiatan tatap muka perkuliahan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Dahlan juga meminta mahasiswa memahami sistem pembayaran melalui UKT atau Uang Kuliah Tunggal.

“Soal UKT ini, nanti adik-adik bisa menanyakan lebih jelas ke bagian akademik,” tambahnya.

Waket II H Musa Rumbaru, Waket I M Dahlan Sain, Kabag Hj Sien Mahulette, Kasubag Akademik Purnomo menyampaikan pengarahan

Waket II H Musa Rumbaru, Waket I M Dahlan Sain, Kabag Hj Sien Mahulette, Kasubag Akademik Purnomo menyampaikan pengarahan

Pada bagian yang sama, Kasubag Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, Purnomo, S.Ag, MM, menjelaskan bahwa sampai saat ini, STAIN Al-Fatah Jayapura masih menerima mahasiswa baru dari jalur lokal.

“Ini akan kami terima sampai nanti saat perkuliahan dimulai, “ urainya.

Purnomo mengatakan, sampai dengan Hari Senin 29 Agustus 2016, jumlah pendaftar mahasiswa baru dari jalur SPAN, UM PTKIN, dan jalur Mandiri sebanyak 593 orang.

“Jumlah yang datang kepada kami saat ini akan terus bertambah, karena ada formulir yang belum dikembalikan,” tambahnya.

Terkait KRS, ia mengatakan setelah mahasiswa baru membayar UKT, maka bendahara akan memberikan kwitansi sebagai bukti untuk melakukan proses pengurusan KRS di bagian akademik.

Sementara itu, dalam sambutannya kepada mahasiswa baru, Wakil Ketua II STAIN Al-Fatah Jayapura H. Musa Rumbaru, SH, MH mengingatkan agar para mahasiswa baru menguatkan niat kembali sebagai mahasiswa untuk menjalani kuliah, menempuh pendidikan, dan menggapai ilmu.

“Kalian hadir di sini, sebagai kebanggaan orang tua dan harapan generasi muda, harapan nusa dan bangsa untuk kualitas sumber daya yang lebih baik di masa mendatang,” urainya.

Untuk itu, ia meminta para mahasiswa baru aktif terlibat dalam berbagai kegiatan perkuliahan dan menjaga nilai-nilai Islam dalam aktivitas belajar mengajar.

Kegiatan pengarahan kepada ratusan mahasiswa baru ini diikuti Kabag, Kasubag, Ketua Jurusan, dan dosen di lingkungan STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

Meski Anggaran Dipangkas, Kinerja Harus Tetap Meningkat

(Jayapura, 18 Agustus 2016) Meskipun alokasi anggaran untuk institusi dipangkas, namun kinerja sehari-hari selaku aparatur sipil negara (ASN) harus tetap ditingkatkan. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menyampaikan hal ini dalam amanat Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di halaman Rektorat kampus, Kamis 18 Agustus 2016.

“Pemangkasan anggaran ini terjadi di semua Lembaga dan Kementerian, untuk itu kita harus menyikapinya secara positif,” ujar Ketua.

Menurut Ketua, segenap unsur pimpinan akan segera mendiskusikan hal ini untuk menyikapi penggunaan anggaran pada berbagai kegiatan di tahun berjalan.IMG_5676

“Mana sekiranya yang bisa dipangkas anggarannya, dan mana yang sekiranya kegiatan harus tetap berjalan,” urainya.

Dengan adanya pemangkasan anggaran ini, Ketua meminta segenap jajaran ASN untuk bekerja maksimal sebagaimana biasanya.

“Justru kita harus tunjukkan, meski ada pemangkasan anggaran, tapi kinerja tetap meningkat,” pinta Ketua.

Pada bagian lain amanatnya, Ketua menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada Tim dari Pusat untuk melakukan Audit Assesment Performance.

“Untuk itu, kepada para pejabat dan staf agar menyiapkan SOP, Renop, Renstra, dan RIP sebagaimana yang sudah pernah kita diskusikan dalam rapat kerja beberapa waktu yang lalu,” tambahnya.

Sedangkan untuk dosen, Ketua meminta agar seluruh dosen di STAIN Al-Fatah Jayapura segera melanjutkan kuliah program Doktoral atau S3 tanpa terkecuali.

“Bagi yang belum Doktor, kami selaku pimpinan sangat mendukung segala upaya yang dilakukan dosen untuk dapat menempuh pendidikan S3, namun tentunya semua harus dikomunikasikan untuk kelancaran tertib administrasi dan keperluan lainnya,” pesan Ketua.

Sesuai ketentuan dari pemerintah, Apel KORPRI dilaksanakan pada satu hari sebelum atau sesudah tanggal 17, jika pada tanggal tersebut jatuh pada hari libur nasional.

Apel diikuti oleh unsur pejabat, staf, dosen, dan satuan pengamanan kampus STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

STAIN Al-Fatah Jajaki Pembuatan Mou Dengan KIP

(www.stain-papua.ac.id) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura menjajaki rencana pembuatan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Informasi Papua (KIP). Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menyampaikan hal ini dalam pertemuan antara para pejabat dengan Komisioner dan Staf KIP di Gedung Rektorat kampus, Senin 8 Agustus 2016.

Armin Thalib (kiri) menyerahkanmateri KIP ke Ketua STAIN

Armin Thalib (kiri) menyerahkanmateri KIP ke Ketua STAIN

“Kami menyampaikan terimakasih atas kunjungan teman-teman dari KIP, dan kiranya ke depan kita bisa membuat semacam MoU untuk memberikan pembelajaran dan tambahan wawasan seputar apa yang harus kita lakukan dengan informasi untuk publik semacam ini,” kata Ketua.

Menurut Ketua, selama ini banyak pejabat yang belum mengetahui secara detail tentang peraturan ataupun produk hukum seputar Komisi Informasi.

“Tidak hanya lembaganya, tapi juga aturan seputar penyampaian dokumen ataupun informasi milik lembaga kepada publik, nah inilah yang ingin kami diskusikan dengan KIP agar dapat membagi pengetahuan kepada para pejabat di lingkungan STAIN Al-Fatah Jayapura,” tambah Ketua.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KIP Armin Thalib mengatakan, salah satu kewenangan Komisi Informasi adalah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap sejauh mana implementasi UU no.14 tahun 2008 di setiap lembaga negara baik pusat maupun daerah.

“KIP juga mengeluarkan peraturan pedoman penyelesaian sengketa informasi antara pemohon informasi dengan badan publik,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, setiap badan publik wajib memberikan informasi atau dokumen yang dimiliki agar bisa diakses oleh masyarakat.

“Namun tetap ada pengecualian pada beberapa jenis informasi yang bisa diakses publik maupun yang tidak,” ujarnya.

Armin menjelaskan, ada beberapa jenis informasi publik yakni, informasi yang wajib disediakan secara berkala baik diminta atau tidak, informasi yang sifatnya serta merta seperti bencana alam dan sejenisnya, kemudian informasi yang wajib tersedia jika ada yang meminta, dan informasi yang dirahasiakan.

“Informasi keuangan juga harus diumumkan kepada publik, dengan catatan, setelah selesai diaudit, tapi jika belum diaudit maka tidak boleh, malah justru yang memberi informasi itu bisa saja dikenakan pidana,” urainya.

Pertemuan penjajakan pembentukan MoU ini diikuti Komisioner KIP lainnya, anggota KIP Papua, dan para pejabat di lingkup STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)