Monthly Archives: September 2015

Program Pascasarjana Perlu Pengelolaan Manajemen yang Baik

(STAIN Al-Fatah Jayapura) Program Pascasarjana sebagai bagian integral dari sistem pendidikan, memerlukan manajemen yang baik dalam pengelolaannya. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan hal ini dalam sambutan Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Organisasi dan Tata Kelola Program Pascasarjana S2 Prodi Pendidikan Agama Islam Multikultur, 23 September 2015 di Ruang Pascasarjana Kampus STAIN Al-Fatah Jayapura.

IMG_7919

“Membangun sekolah atau Perguruan Tinggi mungkin sama seperti kita membangun restoran, jadi antara semua pihak harus saling mendukung, mulai pembuatan menu, humas atau public relationnya, manajemen, dan infrastruktur,” kata Ketua memberikan analogi.

Untuk itu, dalam FGD kali ini, ia meminta banyak masukan dari pihak yang sudah sangat berpengalaman membangun program pascasarjana.

“Dalam FGD ini kita bersyukur dapat menghadirkan Guru Besar dari Universitas Gajah Mada, Profesor Doktor Irwan Abdullah, dan kami harap beliau bisa memberi gambaran tentang pengelolaan pascasarjana,” pinta Ketua.

Sementara itu, dalam paparannya, Profesor Doktor Irwan Abdullah menerangkan bahwa model pendidikan dan pengajaran di S2 berbeda dengan S1.

Prof Dr Irwan Abdullah

Prof Dr Irwan Abdullah

“Jadi cara mengajar mahasiswa pasca jangan sampai sama dengan mahasiswa S1, karena di pasca lebih banyak diskusi dan inisiatif aktif dari mahasiswa,” terang Irwan.

Kata Irwan, berdasarkan pengalamannya, pengelolaan pascasarjana ataupun program pendidikan lain pada awalnya selalu ada pro dan kontra dalam mengembangkan atau menyusun sesuatu.

“Tapi justru dari situ kita bisa melahirkan banyak ide bagus, tinggal bagaimana cara mengelolanya untuk menjadi output yang berguna,” tambahnya.

Ia meminta agar dibuat prioritas mana yang paling dibutuhkan lebih dulu, dan manfaatkan peluang untuk lobby atau membangun hubungan baik dengan semua pihak khususnya penyandang dana.

“Ada cara untuk mendapatkan dukungan dana dari berbagai pihak yang nanti bisa saya bagikan,” urainya.

Dalam tata kelola pasca, yang juga penting adalah soal kurikulum, serta studi kompetensi dari staf dan pengelola dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

“Saya beri contoh, kita ini sering rapat lama, kemudian bikin judul mata kuliah bagus sekali, tapi setelah diajarkan isinya ya ternyata sama saja. Kita tidak punya kemauan dan kemampuan membuat bahan yang baru sesuai perkembangan, jadi jangan berhenti disini saja dengan model pembelajaran yang itu-itu saja,” jelasnya panjang lebar.

Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi rutin untuk memantau perkembangan pengelolaan pascasarjana.

Acara FGD ini diikuti unsur pimpinan, Direktur Pascasarjana dan staf, dosen, serta undangan dosen tamu. (Her)

STAIN Al-Fatah Gelar Seminar Transformasi Agama dan Budaya

(STAIN Al-Fatah Jayapura) UPT Pusat Pengabdian pada Masyarakat (P3M) STAIN Al-Fatah Jayapura menyelenggarakan Seminar Transformasi Agama dan Budaya di Hotel Sahid, Entrop Jayapura, 22 September 2015. Dalam sambutannya, Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si mengatakan, saat ini diperlukan pemikiran yang jernih dari seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah di Papua.

“Beberapa konflik yang terjadi di grass root, sebenarnya berakar dari pemahaman budaya yang kurang tepat antar kelompok satu dengan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, penanganan konfliknya juga kurang memperhatikan akar budaya setempat.

“Coba kita perhatikan, beberIMG_7873apa tokoh-tokoh atau pemimpin yang mestinya menyelesaikan masalah di daerahnya, ternyata lebih banyak berada di kota daripada di tempat tinggalnya,” tambah Ketua.

Berangkat dari kondisi ini, STAIN Al-Fatah Jayapura berkeinginan membuat program-program yang lebih memberikan dampak langsung kepada masyarakat akar rumput.

“Maka tahun 2016, semoga ada kebijakan anggaran yang berubah untuk P3M sehingga dampaknya akan terasa langsung di masyarakat,” lanjut Ketua.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Suparto Iribaram, S.Sos, MA menjelaskan bahwa peserta seminar sebanyak empatpuluh orang yang terdiri dari unsur cendekiawan perguruan tinggi, para pekerja sosial atau LSM, dan dari unsur pemerintah.

“Tujuan seminar ini agar kita mendapatkan pemikiran-pemikiran positif terkait persoalan yang selama ini terjadi di Papua,” katanya.

Menurut Suparto, pemikiran posiitf harus dikembangkan dari kalangan akademik, maupun pada level praktisi di lapangan untuk mendapatkan solusi cerdas yang aplikatif dalam menyelesaikan konflik.

Beberapa narasumber yang hadir diantaranya Akademisi ternama dari Universitas Gajah Mada Profesor Dr. Irwan Abdullah, Dr Mansur dari Kesbang Pemprov Papua, Cendekiawan dari Universitas Cenderawasih, dan Praktisi LSM Ilalang Hardin Halidin.

Selain peserta dari luar, seminar ini juga dihadiri puluhan mahasiswa STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

Pimpinan akan Selalu Mengevaluasi Kinerja Pegawai

(STAIN Al-Fatah Jayapura) Seiring dengan dicairkannya tunjangan kinerja (tukin) Kementerian Agama, maka pimpinan akan selalu mengevaluasi kinerja pegawai di setiap satuan kerjanya. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan hal ini dalam amanat apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Halaman Rektorat Kampus, Kamis 17 September 2015.

IMG_1966“Jadi memang sudah seharusnya kami akan terus memantau pelaksanaan kerja harian dari setiap pegawai, maka evaluasi ini jangan dianggap sebagai sebuah beban bagi anda,” ujarnya.

Menurut Ketua, evaluasi ini penting agar kita tidak menjadi lengah dan terlalu bersuka cita sehingga melupakan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara.

“Ingat, jika volume kerja anda tidak mencukupi dan tidak menunjukkan kesesuaian dengan kontrak kerja yang benar, maka bisa saja tunjangan itu dicabut, masih bagus jika dicabut, bagaimana jika disuruh mengembalikan?” tanya Ketua.

Maka, agar hal itu tidak terjadi, setiap pegawai harus disiplin melaporkan setiap tugasnya dalam Laporan Kerja Harian.

Selama seminggu sebelumnya, Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura telah melaksanakan evaluasi kontrak kerja terhadap Kasubag dan Staf bagian Administrasi Umum, Perencanaan Keuangan dan Akuntansi, dan Akademik Kemahasiswaan dan Alumni.

“Nanti minggu depan giliran perpustakaan, Kajur-Kajur dan juga UPT lain,” tambah Ketua.

Pada bagian lain, Ketua menyampaikan bahwa ada pekerjaan fisik yang sedang berlangsung di ruang Rektorat.

“Ada renovasi ruangan sehingga mudah-mudahan nanti beberapa UPT akan segera menempati ruangan yang lebih representatif di lantai dua, untuk itu silakan bersiap-siap menunjukkan kinerja yang lebih baik,” pintanya.

Renovasi ini, lanjut Ketua, ditujukan untuk memberi ruang  bagi pegawai dalam meningkatkan kreatifitas untuk memberikan pelayanan akademik sesuai bidang masing-masing.

Di bagian akhir apel, Kepala UPT Laboratorium Multimedia Faisal, M.HI yang bertindak sebagai Pemimpin Doa, juga mengajak seluruh civitas akademik untuk saling mendoakan kepada jamaah haji di tanah suci agar diberikan kesehatan dan keselamatan hingga tiba kembali di tanah air.

Apel KORPRI diikuti unsur pimpinan, staf, dosen, dan Satuan Pengamanan Kampus. (Her)