Monthly Archives: July 2015

Amil Zakat Harus Profesional, Amanah dan Paham Fikih Zakat

(STAIN Al-Fatah Jayapura) Dari sisi kompetensi, Amil zakat dituntut profesional, amanah dan memahami fikih serta manajemen zakat. Dosen Jurusan Syariah STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Husnul Yaqin, S.HI, MH mengatakan hal ini menanggapi tentang peran Amil zakat di bulan Ramadhan.

“Memilih amil yang profesionalpun dilakukan oleh lembaga pengelola zakat dengan sangat ketat melalui proses perekrutan dengan berbagai tahapan. Mulai dari wawancara, test Psikologis, test pemahaman tentang fikih dan menajemen zakat serta kompetensi yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan,” ujar dia di ruang kerjanya, Selasa 7 Juli 2015.

Husnul YaqinZakat, kata dia, diambil atau dijemput dari orang-orang yang berkewajiban untuk berzakat (muzaki) untuk kemudian diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahik).

”Yang bertugas mengambil dan yang menjemput itu adalah para petugas atau Amil zakat. Menurut Imam Qurthubi, Amil itu adalah orang-orang yang ditugaskan (diutus oleh imam/pemerintah) untuk mengambil, menuliskan, menghitung, dan mencatat zakat yang diambil dari para muzaki untuk kemudian diberikan kepada yang berhak menerimanya,” terangnya.

Ia memberikan gambaran bahwa Rasulullah SAW pernah mempekerjakan seorang pemuda dari suku Asad, yang bernama Ibnu Lutaibah untuk mengurus urusan zakat Bani Sulaim.

“Beliau juga pernah mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk menjadi Amil zakat. Selain Ali bin Abi Thalib, Rasulullah juga pernah mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman, yang disamping bertugas sebagai dai (menjelaskan Islam secara umum), juga mempunyai tugas khusus menjadi Amil Zakat,” katanya.

Paradigma bahwa zakat itu wajib, maka pada masa sekarang, sosialisasi yang seadanya juga sudah berubah. Promosi lembaga zakat kini sudah merambah multimedia.

“Lembaga zakat bahkan telah berpatner dengan berbagai perusahaan untuk sinergi program-program pemberdayaan serta berkreasi bagaimana membuat program yang sangat menyentuh aspek sosial yang sesungguhnya,” terangnya.

Ia mengingatkan sesama umat muslim untuk segera berzakat di sisa waktu bulan Ramadhan kali ini. Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan perintah untuk menunaikan zakat sama tingkatannnya dengan perintah untuk melaksanakan shalat. Tetapi kenyataannya umat Islam lebih banyak terkonsentrasi pada masalah shalat dan hal yang terkait dengannya. Padahal shalat dan zakat adalah dua pilar yang saling melengkapi.

“Jika shalat termasuk ibadah jismiyah maka zakat adalah ibadah maliyah, yaitu ibadah dari harta yang dimiliki. Jika shalat menyucikan fikiran dan hati maka zakat menyucikan harta dan menumbuhkannya,” tutupnya. (Her)

PKAS STAIN Membuka Diri terhadap Kajian Berbagai Problem Ilmiah

(STAIN Al-Fatah Jayapura) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura membuka diri terhadap kajian tentang berbagai problem ilmiah melalui studi Al-Quran secara khusus dan agama secara umum maupun ilmu pengetahuan. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menyampaikan hal ini saat dimintai tanggapan tentang kegiatan Unit Pusat Kajian Al-Quran dan Sains (PKAS) di kampus STAIN Al-Fatah Jayapura.

“PKAS ini selain dimaksudkan untuk menumbuhkan etos dan budaya akademik kampus, juga untuk memberikan tekanan pada penelitian tentang tradisi intelektual Islam dan semangat membangun dialektika antar agama,” paparnya.

Kajian yang dapat dilakukan PKAS, menurut Ketua, adalah menempatkan sumber ajaran agama yang memungkinkan untuk dikaji secara ilmiah dengan pendekatan dalam ilmu alam, ilmu sosial, dan kemanusiaan. Kemudian juga menjadikan sumber ajaran agama sebagai alat analisa terhadap konsep, teori, dan paradigma ilmu pengetahuan yang sudah mapan selama ini.

“Dengan demikian, diharapkan tercipta harmoni dan hubungan yang integral antara ilmu dan agama dalam kehidupan manusia,” tambahnya.

M Anang FirdausSementara itu, Kepala PKAS STAIN Al-Fatah Jayapura Dr M Anang Firdaus, M.Fil.I menjelaskan, misi yang diemban PKAS diantaranya adalah mewujudkan masyarakat dan civitas akademik yang religius, dinamis, dan kreatif dengan wawasan keagamaan yang integral dengan sains.

“Kami juga berupaya untuk mempertemukan tradisi keilmuan Islam dan sains kepada para intelektual dan akademisi,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 7 Juli 2015.

Selain itu, lanjutnya, PKAS juga ingin mengembangkan riset ilmu keIslaman dan sains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini juga termasuk melibatkan masyarakat, khususnya civitas akademik dalam dinamika sosial yang sarat dengan nilai agama dan sains atau ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Anang berharap, jika misi tersebut dapat dijalankan dengan benar, maka diharapkan ke depan akan tercipta kesadaran ilmiah baru pada civitas dan masyarakat, tentang perlunya nilai-nilai agama dalam ilmu pengetahuan. Ia yakin bahwa dukungan dari civitas akademik dan masyarakat akan membantu dalam pelaksanaan berbagai kegiatan PKAS STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)