Monthly Archives: February 2015

STAIN Al-Fatah Jayapura Gelar Gerakan Tanam Pohon

STAIN Al-Fatah Jayapura) Kampus STAIN Al-Fatah Jayapura melakukan gerakan penanaman pohon di area kampus, Senin 2 Februari 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara lingkungan kampus. “Penanaman pohon memberi banyak manfaat bagi keberadaan ekosistem di sekitarnya,” ujar Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si.
Ketua memberikan gambaran tentang pentingnya mencegah erosi dan lahan gundul di sekitar gedung-gedung perkuliahan. Maka bibit-bibit pohon ini nantinya diharapkan dapat mencegah kemungkinan terjadinya bahaya dari dampak cuaca.
“Apalagi kita ada di wilayah yang berbukit-bukit, harus selalu waspada dengan kondisi alam,” tambahnya.
pohonPenanaman pohon juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga agar kawasan kampus tetap asri dan indah.
Hasan Slamat, Staf di Sub Bagian Umum yang ikut menanam bibit pohon mengatakan, ada kurang lebih 200 bibit pohon yang ditanam di seluruh area kampus. Bibit pohon ini merupakan bantuan gratis dari Dinas Pertanian Kota Jayapura.
“Ada pohon Palem, Mahoni, Rambutan, Matoa, dan Belinjo,” ujar dia.
Selain di kawasan Rektorat, ia dan beberapa staf lain juga melakukan penanaman di lingkungan perpustakaan, halaman gedung kuliah, dan areal jalan masuk kampus. “Di sana juga kita tanam pohon Saman, Limbesi, dan Palang kipas,” urainya.
Dari pantauan, bibit pohon tersebut tampak segar dan sehat dengan ukuran sekitar 30 cm hingga 50 cm.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah kelihatan hasilnya,” harap Rian, anggota Satuan Pengamanan yang ikut menggali tanah.
Kegiatan ini diikuti puluhan staf dan pegawai di lingkungan kampus. (Her)

Penambahan Prodi Harus Melihat kebutuhan Pasar

(STAIN Al-Fatah Jayapura). Pembukaan Program Studi baru pada sebuah Jurusan atau Fakultas harus mempertimbangkan kebutuhan pasar. Wakil Ketua III STAIN Al-Fatah Jayapura Talabudin Umkabu, M.Pd menyampaikan hal ini dalam Rapat Pengajuan Alih Status STAIN Al-Fatah Jayapura menjadi IAIN, di Ruang Rapat Waket III, Kamis 29 Januari 2015. web1

“Analisa pasar ini penting agar ke depan output mahasiswa kita memang benar dibutuhkan oleh masyarakat secara luas,” ujarnya. Ia melihat banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menelurkan mahasiswa dari berbagai jurusan, namun tidak sesuai dengan kebutuhan profesi di masyarakat.

“Jangan sampai menggenggam ijazah S1 tapi bingung mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.
Pada bagian yang sama, Dosen Jurusan Syariah Dr. Eko Siswanto menambahkan, banyak lulusan yang pintar namun disiplin ilmunya tidak banyak terserap oleh dunia kerja.
“Karena memang kondisi sosial budaya masyarakat berubah, ada disiplin ilmu lama yang tetap bisa dipakai, ada juga yang bergeser dan harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pendidikan maupun selera pasar,” jelasnya.
web2Dosen lain yang ikut dalam rapat, Safiudin, MH menambahkan, dalam menentukan nama program studi atau jurusan juga harus melihat peraturan yang sudah berlaku di Kementerian Agama.
“Penting untuk meneliti dulu, jangan sampai nanti bertabrakan dengan nomenklatur kita,” ingatnya.
Ia mencontohkan, jika membuat sebuah Prodi baru, perlu dipikirkan apa nama gelarnya jika sudah lulus nanti, sehingga tidak melanggar tata aturan yang sudah berjalan.
“Pemilihan nama program studi juga menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa nantinya,” kata dia.

Selain membahas pengajuan fakultas, rapat kali ini juga membahas usulan penambahan jurusan dan program sudi baru untuk alih status menjadi IAIN. Rapat diikuti Dosen dan staf di lingkungan Kampus STAIN Al-Fatah Jayapura.  (Her)