Author: andikweb

ASN Harus Bijak Menggunakan Media Sosial

(Jayapura, 15 Februari 2018) – Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bijak dalam menggunakan media sosial. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan hal ini dalam Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang dilaksanakan 15 Februari 2018 di Halaman Kampus. IMG_0115

“Memang saat ini sudah tidak bisa dipungkiri bahwa dalam setiap kegiatan, kita pasti menggunakan media sosial,” ujarnya.

Media sosial tidak hanya dipakai untuk beraktifitas di lingkup pertemanan atau keluarga, namun juga digunakan dalam lingkungan kerja dan perkantoran.

“Hal ini memang sudah diatur dalam PerMenPAN no 83 Tahun 2012 tentang pemanfaatan media sosial di instansi pemerintah,” kata Ketua.

Jadi, sambungnya, pegawai dalam instansi tersebut diperkenankan menggunakan media sosial untuk menunjang aktifitas pelayanan kepada publik maupun menunjang performa kerja unit yang bersangkutan.

“Namun perlu diingat, dalam peraturan tersebut juga diberikan tatacara penggunaannya agar tidak menjadi permasalahan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Ketua mengingatkan kepada seluruh ASN peserta apel tentang seringnya media sosial menjadi pemicu konflik dan masalah dalam hubungan sosial di masyarakat. Hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting justru menjadi sebab timbulnya keretakan dalam organisasi.

“Maka dari itu, yang diposting kiranya adalah hal-hal yang bermanfaat menunjang kelancaran pekerjaan masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, pegawai boleh menjadikan media sosial sebagai sarana hiburan dalam batas-batas yang wajar.

“Tapi juga perlu diingat lagi, jangan sampai ucapan atau tulisan kita menjadikan bahan perdebatan yang tidak tuntas di media sosial,” tegasnya.

Selain menyinggung tentang penggunaan medsos, dalam apel tersebut Ketua juga mengamanatkan kepada pejabat yang membawahi dosen di kampus agar segera menyiapkan aturan tentang homebase dosen.

“Dosen kita bertambah semakin banyak, maka perlu segera diatur dalam penempatan homebase Prodi masing-masing,” pungkasnya.

Sebagaimana aturan yang berlaku, apel KORPRI dilaksanakan pada hari sebelum atau sesudah tanggal 17 jika pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur. Apel KORPRI diikuti pejabat, dosen, dan pegawai di lingkup STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)

Lulusan Pascasarjana Harus Tanggungjawab Amalkan Ilmunya

(Jayapura, 7 Februari 2018) – Lulusan Program Pascasarjana harus bertanggungjawab mengamalkan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas. Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si menegaskan hal ini dalam sambutannya pada Yudisium Angkatan I Program Pascasarjana Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam Multikultur STAIN Al-Fatah Jayapura di Hotel Grand Abe, 7 Februari 2018.

“Tugas dan tanggungjawab para lulusan sangat berat, di mana anda harus mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh selama dua tahun ini kepada masyarakat di lingkungan sekitar,” kata Ketua.

Ketua STAIN Al-Fatah Dr H Idrus Al-Hamid didampingi Direktur Pascasarjana Dr H Husnul Yaqin memberi penghargaan kepada lulusan terbaik

Ketua STAIN Al-Fatah Dr H Idrus Al-Hamid didampingi Direktur Pascasarjana Dr H Husnul Yaqin memberi penghargaan kepada lulusan terbaik

Terlebih lagi, sambung Ketua, lulusan S2 kali ini berasal dari Program Studi PAI Multikultur.

“Sesuai dengan Prodi tersebut, para lulusan juga diminta kecakapannya dalam menerapkan pendidikan agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang beragam etnis dan budaya di Papua khususnya,” ucap Ketua.

Menurutnya, dibutuhkan sikap yang toleran dan saling menghargai kemajemukan dalam mengaplikasikan skill yang dimiliki agar memberi kontribusi positif kepada umat.

“Jangan hanya bisa memberi karya kata, tapi yang lebih baik adalah membuat karya nyata,” pesan Ketua.

Ia mengingatkan, mahasiswa pascasarjana yang baru saja melaksanakan yudisium ini adalah lulusan S2 angkatan pertama dari Prodi PAI Multikultur. Maka, lanjutnya, diharapkan para lulusan juga dapat memberi citra yang baik kepada para generasi muda yang akan menempuh pendidikan magister berikutnya.

“Sekarang ini kita banyak melihat kabar dan info yang beraneka ragam di media sosial terkait masalah soaial keagamaan, yang mana ada yang benar dan ada yang salah, nah, salah satu tugas anda adalah memberi pemahaman yang baik kepada warga dan jangan ikut-ikutan menyebarkan info yang belum tentu benar,” tegasnya.2

Ketua berpesan agar tiap individu mempunyai langkah nyata dalam membangun budaya yang baik bagi peradaban umat.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana STAIN Al-Fatah Jayapura Dr. H. Husnul Yaqin, M.H, mengatakan, STAIN Al-Fatah Jayapura melaksanakan yudisium kepada 27 mahasiswa S2 Prodi PAI Multikultur.

“Kami bersyukur, dalam yudisium kali ini sekaligus dapat memberi hadiah indah kepada lulusan kami karena Pascasarjana STAIN Al-Fatah Jayapura telah mendapat akreditasi B dari BAN-PT,” ungkapnya.

Nilai terbaik pada yudisium kali ini diperoleh Mohammad Nur Yahya dengan IPK 3,54 dan Zaidir dengan IPK 3,52.

Yudisium Angkatan I Program Pascasarjana Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam Multikultur ini dihadiri para undangan, pejabat, dan civitas akademik STAIN Al-Fatah Jayapura. (Her)